WEME-Konflik di Timur Tengah menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris. Politisi PPP ini meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) terus memantau kondisi pekerja migran yang bekerja di negara wilayah tersebut.
“Bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang bekerja di sana, saya harap pemkab melalui dinas terkait dapat terus memantau dan memastikan kondisi mereka,” kata Regen, Jumat, 6 Maret 2026.
Anggota Komisi III ini mengingatkan agat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) aktif berkoordinasi dengan pihak dan kementerian terkait untuk memperoleh update informasi tentang kondisi pekerja asal Kabupaten Lebak.
“Pemerintah daerah harus memastikan keadaan warga kita di sana. Terus jalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” sebut Regen.
Ia mengaku prihatin terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut. Dirinya mendoakan seluruh warga Indonesia yang berada di Timur Tengah dalam keadaan sehat.
“Kita doakan bersama untuk keselamatan saudara kita di sana dan berharap konflik segera berakhir,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Disnaker Lebak Rully Chaerulliyanto, mengatakan, terus menjalin komunikasi dengan kementerian demi memperoleh perkembangan terbaru mengenai situasi pekerja migran, khususnya yang berada di wilayah Timur Tengah.
“Komunikasi secara intens kami lakukan dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada informasi ada pekerja migrab yang terdampak oleh konflik tersebut. Jika pun ada, kementerian akan menginformasikan kepada daerah,” kata Rully.
Berdasarkan data Disnaker, ada 351 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lebak yang bekerja di 16 negara. Dua ratus lebih diantaranya bekerja di sejumlah negara yang berada di wilayah Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Yordania.
“Kami masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat dan terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi mereka,” katanya.(Def)








