Jawa Barat – Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat tahun 2024, mulai mengikuti sesi pembelajaran aktif.
Mereka memperoleh materi pembinaan Ideologi Pancasila serta dibekali oleh nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari 4 konsensus dasar bangsa oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.
Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina menyampaikan terimakasih kepada Lemhanna yang terus bekerja sama dalam upaya mencetak kader pemimpin masa depan bangsa yang berkarakter Pancasila.
“BPIP tidak sendirian dalam melaksanakan pembinaan kepada calon Paskibraka. Oleh karena calon yang dibina adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia,” kata Rima di Pusdiklat Paskibraka, Cibubur,, Senin, 15 Juli 2024.
Pengarah Program Paskibraka Tingkat Pusat ini pun menjelaskan, pemahaman Ideologi Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan perlu diperoleh sejak dini oleh para calon Paskibraka, khususnya mengenai konsensus dasar berbangsa dan bernegara.
“Tentu saja kita melihat masa depan ini begitu banyak tantangan, maka Lemhannas sangat tepat untuk bersama BPIP memperkuat pembinaan para keder pemimpin bangsa ini melalui Program Paskibraka”, paparnya.
Program-program prioritas Nasional telah diletakkan sebagai upaya untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045.
“Usia adik-adik calon Paskibraka pada tahun 2024 yaitu 100 tahun Indonesia merdeka, akan mencapai usia yang diharapkan akan menduduki posisi penting sebagai pemimpin Indonesia,” tegasnya.
Calon Paskibraka 2024 telah melalui proses rekrutmen dan seleksi Paskibraka yang ketat.
“Dari 153 ribu peserta paskibraka di seluruh Indonesia, inilah 76 calon Paskibraka tingkat pusat yang terpilih mewakili provinsinya masing-masing,” sambungnya.
Ia berharap, dengan pembekalan materi dari berbagai narasumber yang disampaikan para pakar/tokoh nasional profesional tentang Ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, ketahanan Nasional, keindonesiaan, kepaskibrakaan dan lain sebagainya akan semakin memperkuat para calon Paskibraka tingkat pusat sebagai kader pemimpin Indonesia masa depan.
“Setelah pembelajaran aktif dan pelatihan langkah tegap seorang Paskibraka dalam Pengibaran Sang Merah Putih bukan langkah biasa, namun langkah tegap yang disertai kesadaran penuh bahwa dirinya sungguh-sungguh mewakili bangsa Indonesia dalam pengibaran Sang Merah Putih untuk mencapai Indonesia Abadi dan mewujudkan Indonesia Raya,” jelasnha.
Plt Gubernur Lemhanas Letjen TNI Eko Margiono mengatakan, kegiatan tersebut suatu kewajiban bagi Lemhannas RI untuk berbagi dan memberikan pencerahan kepada calon Paskibraka.
Ia mengatakan perkembangan lingkungan strategis saat ini dihadapkan pada kemajuan teknologi yang berkembang pesat disertai dengan tantangan di era globalisasi yang telah mengubah pola perilaku dan komunikasi manusia. Era globalisasi menjadikan seakan dunia borderless (tanpa batas).
“Di samping memiliki dampak yang positif, tetapi banyak juga dampak negatifnya. Kemudahan untuk mengakses informasi memungkinkan kita semua untuk melihat, memperhatikan dan bahkan terpengaruh oleh nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh negara lain,” katanya.
“Hal tersebut dapat menjadi peluang masuknya nilai-nilai kehidupan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita,” tambahnya.(Den)








