Kabupaten Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, akan mengubah Pasar Tradisional Rangkasbitung menjadi pasar modern.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Lebak Yosep M. Holis, mengatakan, kondisi wilayah Pasar Rangkasbitung bakal bertambah sibuk jika pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate selesai.
“Bisa dibayangkan, nanti stasiun dalam per hari akan melayani 80 ribu pengguna ditambah dari pengunjung pasar dan pasar subuh yang hampir 860 lapak,” kata Yosep. Sabtu, 28 Desember 2024.
Yosep menjelaskan, dengan stasiun ultimate kemudian interchange dengan Terminal Sunan Kalijaga, situasi di Pasar Rangkasbitung bakal bertambah ramai.
Menurut Yosep, pasar modern masih tetap dimungkinkan dikarenakan hanya menjual produk-produk tertentu saja.
“Karena kalau tidak dibatasi produknya seperti sekarang kita akan kesulitan,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Dinas Perdindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Yani menyebut, hak pengelolaan Pasar Rangkasbitung oleh pihak ketiga akan berakhir pada Februari 2028.
“Setelah pengelolaan oleh pihak ketiga selesai maka akan beralih ke pemerintah daerah,” tuturnya.
Dikatakan Yani, perubahan Pasar Tradisional Rangkasbitung menjadi pasar modern sudah direncanakan. Salah satunya dengan mulai memindahkan pedagang pasar subuh ke Pasar PKL Kandang Sapi, di Narimbang Mulia Rangkasbitung
“Betul pasar modern, iya seperti mall lah. Jadi untuk pasar basah tidak lagi di Pasar Rangkasbitung,” ucapnya.
Dia menyebut, sudah ada beberapa investor yang menyatakan kesiapan untuk membangun pasar modern tersebut.
“Sudah ada beberapa yang siap bekerja sama untuk membangun,” katanya.(Den/Red)








