Kabupaten Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meresmikan Bank Sampah di Desa Cilayang, Kecamatan Curugbitung, Selasa, 21 Oktober 2025.
Tempat pengelolaan sampah bernama bank sampah bersih, sehat, dan asri (Berseri) diresmikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Lebak Ajis Suhendi.
“Kami ingin melihat komitmen masyarakat dalam menjalankan program ini. Saat ini fasilitasnya baru satu unit gerobak, tetapi jika pengelolaannya berjalan baik, tentu dukungan akan terus ditambah,” kata Ajis.
Ajis menjelaskan, persoalan sampah menjadi salah satu fokus pemerintah daerah. Dalam penanganannya tentu memerlukan kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Lebak dengan masyarakat.
“Persoalan sampah bukan hal sehari dua hari. Dibutuhkan komitmen dan kesadaran kolektif agar pengelolaan lingkungan bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Kehadiran Bank Sampah Berseri diharapkan tidak hanya menjadi tempat penampungan, akan tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Camat Curugbitung Endang Subrata, mengapresiasi kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun bank samlah. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kesadaran warga.
“Langkah awal kami adalah sosialisasi terus-menerus. Tanpa kesadaran masyarakat, bank sampah tidak akan berjalan efektif,” sebut Endang.
Ia menjelaskan, pemerintah desa juga telah menetapkan Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah sebagai turunan dari Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2018. Kebijakan tersebut memperkuat dasar hukum dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Walau agak terlambat, pembentukan bank sampah ini menjadi bukti bahwa kami serius menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Berseri, Jumadi, mengatakan Bank Sampah Berseri memiliki tujuh pengurus inti yang bertugas mengelola pemilahan, penimbangan, pencatatan, dan penjualan sampah bernilai ekonomis.
“Program ini juga sejalan dengan visi Kabupaten Lebak menuju lingkungan ‘Ruhay’ (Rukun, unggul, hegar, aman, dan yakin) yang menjadi pedoman pembangunan daerah,” katanya.
Program Bank Sampah Berseri di Desa Cilayang mencerminkan penerapan community-based waste management atau pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pendekatan ini menempatkan warga sebagai aktor utama dalam menjaga lingkungan, bukan sekadar penerima kebijakan.(Den)








