Kabupaten Lebak – Dalam dua bulan pada awal tahun 2025 yakni Januari dan Februari, sebanyak 154 warga di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi korban gigitan ular berbisa. Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Lebak dr. Budhi Mulyanto menjelaskan, lingkungan yang tidak bersih seperti banyak tumpukan sampah maupun barang bekas berpotensi menjadi sarang ular.
“Jangan biarkan lingkungan tidak bersih, dan banyak tumpukan barang bekas sehingga bisa jadi sarang ular,” kata Budhi, Rabu (9/4/2025).
Kasus gigitan ular terbilang cukup tinggi dalam dua tahun terakhir. Budhi bilang, pada tahun 2023 tercatat 1.800 kasus dan tahun berikutnya 844 kasus.
“Kasus gigitan ular sering terjadi di Kecamatan Leuwidamar, Cipanas, Sajira dan Cigemblong,” sebut dia.
Menurut Budhi, tingginya kasus tersebut juga dikarenakan tidak sedikit masyarakat yang memperhatikan keamanan saat bertani atau berkebun.
“Tentu akan lebih aman menggunakan sepatu bot karene gigitan ular rata-rata terjadi pada bagian kaki,” ucapnya.(Den)





