WEME-Setahun memimpin Kabupaten Lebak, sejumlah isu seperti kehadiran hingga gaya kepemimpinan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya dalam merespon kritik masyarakat menjadi perhatian.
Namun, sejumlah data dan fakta di justru menunjukkan pola kepemimpinan Hasbi Jayabaya yang lebih mengedepankan efektivitas kerja dan transparansi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Lebak, dr Anik Sakinah, mengatakan, isu mengenai intensitas kehadiran Bupati di Jakarta kerap kali disalahpahami oleh sebagian pihak. “Agenda Bupati di Jakarta merupakan bagian dari upaya jemput bola anggaran dan koordinasi strategis dengan pemerintah pusat,” kata Anik, Kamis (2/4/2026).
Hasilnya Anik bilang, terlihat pada percepatan beberapa program, salah satunya seperti Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang merupakan program strategis hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan dukungan hibah dari Bank Dunia.
“Kabupaten Lebak terpilih menjadi salah satu dari 30 daerah percontohan nasional untuk menjalankan proyek ini dengan fokus pada Pengelolaan Sampah Modern (Solid Waste Management),” ungkap Anik.
Di sisi lain ujar Anik, tudingan bahwa kepemimpinan Hasbi-Amir menutup diri dari kritik terpatahkan oleh rentetan fakta.
“Misalnya saat itu Pak Bupati menerima audiensi dari perwakilan Mahasiswa Lebak yang tergabung dalam Forum Cipayung Plus. Pada kesempatan ini Bupati Lebak berkomitmen menindaklanjuti aspirasi dan saran konstruktif mahasiswa demi pembangunan Kabupaten Lebak yang berkelanjutan,” tutur Anik.
Anik menjelaskan, langkah tersebut merupakan sinyal bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kontrol sosial. Sebaliknya, aspirasi menjadi bahan evaluasi kebijakan.
“Satu tahun masa kepemimpinan Pak Hasbi dan Pak Amir mencatat sejumlah indikator positif, terutama dalam cakupan jaminan kesehatan dan perbaikan infrastruktur pedesaan,” ujarnya.
Menurut Anik, di era digital saat ini, efektivitas seorang kepala daerah tidak lagi diukur hanya dari kehadiran fisik di balik meja kantor, melainkan dari sejauh mana kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab persoalan mendasar rakyat.
“Paradigma birokrasi lama menuju pemerintahan yang lebih dinamis dan responsif terhadap perubahan zaman kini sedang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak,” katanya.(Def)







