WEME-Berbagai acara diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Lebak, Provinsi Banten, untuk memeriahkan pelaksanaan tradisi Seba Baduy tahun 2026. Rangkaian acaranya dimulai tanggal 23 sampai 26 April.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak Yosep
M. Holis mengatakan, Seba Baduy bukan hanya tradisi leluhur yang terus dijaga, akan tetapi telah menjadi penggerak ekonomi daerah yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
Yosep menyebut, estimasi total dampak ekonomi Seba Baduy tahun ini senilai
Rp2,8 miliar dengan total perputaran ekonomi secara langsung mencapai
Rp1,75 miliar.
“Jumlah pengunjung mencapai 35 ribu orang, jika rata-rata setiap pengunjung belanja Rp50 ribu maka perputaran uang secara langsung selama acara mencapai Rp1,75 miliar. Kemudian estimasi pendapatan UMKM, misalnya ada 50 UMKM dikalikan rata-rata omzet Rp5 juta per UMKM selama event mencapai Rp250 juta,” terang Yosep.
Kata Yosep, rangkaian kegiatan ritual Seba, bazar UMKM, permainan tradisional, dań berbagai acara yang diselenggarakan menjadi daya tarik wisata budaya. Begitu juga makanan dan minuman, kerajinan Baduy, transportasi lokal dan jasa lainnya.
“UMKM kuliner, pedagang dan perajin transportasi lokal, penginapan, jasa dan Pokdarwis merupakan penerima manfaat langsung dari pelaksanaan Seba dan kegiatan pendukungnya. Kesejahteraan masyarakat meningkat, ekonomi lokal tumbuh berkelanjutan,” terang Yosep.
Selain itu, Seba Baduy juga memiliki dampak tidvk langsung terhadap pendapatan masyarakat yang meningkat, terciptanya lapangan kerja sementara, promosi produk lokal dan UMKM meningkat sertaa mendorong kunjungan wisata berkelanjutan.
“Siapa saja yang diuntungkan? Tentunya UMKM, perajin Baduy, petani dan pemasok bahan pangan, jasa transportais lokal, penginapan, seniman, budayawan, dan masyarakat Lebak secara keseluruihan,” kata Yosep.(Def)







