Kabupaten Lebak – Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) mengkritik rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, yang berencana memperbaiki Alun-alun Rangkasbitung dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp8 miliar.
Kritik itu bukan tanpa alasan, Ketua Pengurus Pusat Imala Ridwanul Maknunah menilai, saat ini perbaikan alun-alun belum pas dilakukan meningat banyak infrastruktur jalan yang masih dalam keadaan rusak.
“Di saat masih banyak jalan yang rusak parah dan membahayakan keselamatan warga, Pemkab Lebak malah memilih mengucurkan dana miliaran untuk menata Alun-alun Rangkasbitung,” kata Ketua Ridwanul dalam keterangan kepada wartawan, Minggu, 20 April 2025.
Perbaikan Alun-alun Rangkasbitung menjadi salah satu prioritas Bupati Lebak Mocha. Hasbi Jayabaya pada awal kepemimpinannya bersama Amir Hamzah
Menurut Ridwanul, harusnya perbaikan alun-alun tidak menjadi prioritas karena anggaran yang besar dibutuhkan untuk menangani infrastruktur jalan dan jembatan.
“Alun-alun yang masih layak justru diperbaiki dengan dana miliaran, sementara jalan yang setiap hari dilalui dan berfungsi sebagai infrastruktur vital bagi masyarakat tanpa perbaikan maksimal,” ujarnya.
“Perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi fokus utama, bukan justru disalip oleh proyek kosmetik yang minim urgensi,” tambah Ridwanul.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lebak Irvan Suvatuvika menerangkan, besaran anggaran untuk perbaikan tersebut mengacu pada Detail Engineering Design (DED) yang memuat tentang gambar kerja detail pembangunan alun-alun pada tahun 2019.
“Insya Allah kondisi alun-alun pada tahun baru nanti sudah bagus. Bukan cuma area alun-alun, tetapi juga dilakukan penanganan terhadap drainase. Sedangkan untuk (drainase) di jalan kita bersihkan sedimentasinya,” kata Irvan.(Den)








