Kabupaten Lebak – Sebanyak 63 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Lebak, Banten sepanjang tahun 2025. Tidak hanya rumah, kebakaran juga melahap bangunan gedung, area lahan hingga kendaraan bermotor.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Lebak Iwan Dermawan mengatakan, dari 63 peristiwa kebakaran, 52 diantaranya berhasil ditanggulangi oleh personel yang berada di Mako Rangkasbitung dan beberapa pos pemadam wilayah manajeman kebakaran (WMK) di kecamatan.
“Alhamdulillah 52 kebakaran yang terjadi dari bulan Januari sampai Desember dapat kita tanggulangi. Tetapi ada 11 peristiwa yang tidak dapat kami tangani karena berbagai faktor diantaranya lokasi yang jauh dari pos WMK dan medan menuju titik kebakaran yang tidak bisa dijangkau oleh armada pemadam,” kata Iwan, Selasa (9/12/2025).
Iwan menyebut, jika melihat data, jumlah kasus kebakaran yang tidak tertangani Damkar pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yang terus menerus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
“Penambahan pos WMK di kecamatan untuk mendekatkan pelayanan pemadaman ke wilayah-wilayah yang selama ini tidak bisa dijangkau karena jarak yang jauh dari pos eksisting. Kemudian pengadaan armada pemadam baru untuk mendukung kehadiran WMK baru,” ujar Iwan.

“Sampai saat ini kita sudah memiliki satu Mako di Rangkasbitung dan lima WMK di Bayah, Malingping, Cileles, Cipanas, dan Leuwidamar. Total armada yang kita miliki berjumlah sembilan unit,” tambahnya.
Selain sarana dan prasarana, Damkar juga terus melatih dan meningkatkan kemampuan personelnya agar mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional, disiplin dan efektif dalam situasi darurat.
“Dari 35 personel, sekitar 95 persen sudah mengikuti Diklat Pemadam yang memang ini wajib diikuti oleh seluruh anggota agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional sesuai standar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Lebak Yadi Basari Gunawan memastikan, peningkatan pelayanan masyarakat dalam penanggulangan kebakaran terus ditingkatkan oleh Pemkab Lebak di bawah kepemimpinan Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya.
“Tahun ini Pemkab menambah dua unit armada pemadam dan juga membuka pos pemadam WMK baru di Leuwidamar. Tentu ini semata-mata bertujuan untuk mempercepat respon kebakaran di wilayah tengah Lebak dan sekitarnya,” ungkap Yadi.
Selain ingin terus menambah armada dan pos WMK baru di setiap kecamatan, upaya pencegahan kebakaran juga dilakukan dengan memberikan sosialisasi, edukasi serta simulasi kepada masyarakat, pegawai di lingkungan pemerintah dan swasta.
“Alhamdulillah masyarakat semakin responsif. Kami berikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat untuk meningkatkan bahwa pentingnya upaya pencegahan secara dini dari awal ketika terjadinya kebakaran. Kami juga semakin optimis pelayanan penanggulangan bisa secara maksimal. Laporkan jika terjadi peristiwa kebakaran ke nomor-nomor yang sudah disebar,” imbaunya.(And)








