Kabupaten Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak kembali menambah pos pemadam kebakaran (Damkar) untuk mengatasi kebakaran yang selama ini tidak tertanggulangi karena jarak yang jauh dari pos ke lokasi.
Untuk menunjang pelayanan penanggulangan kebakaran di WMK tersebut, disiagakan satu unit armada pemadam dengan kapasitas air sebanyak 4.000 liter berikut tiga personel lengkap dengan alat pelindung diri.
Kepala Bidang Damkar pada Dinas Satpol dan Damkar Lebak, Iwan Dermawan, mengatakan, pos pemadam baru yang berada di Kecamatan Leuwidamar merupakan pos pemadam keenam yang dibuka.
“Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) di sini ini untuk mengcover jika terjadi kebakaran di Kecamatan Leuwidamar dan beberapa wilayah terdekat seperti Cirinten, Bojongmanik, Cirinten, Muncang kata Iwan.
Iwan mengaku, selama ini banyak titik peritiwa kebakaran di wilayah-wilayah tersebut yang tidak bisa ditanggulangi lantaran jarak Pos WMK yang jauh.
“Karena titik kebakaran jauh dari pos yang ada saat ini maka banyak yang tidak bisa tertangani sehingga masyarakat hanya menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api,” ujarnya.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Lebak, Dartim, mengatakan, Pemkab terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam menanggulangi kebakaran dan penyelamatan.
Kata Dartim, semakin banyak pos WMK maka upaya penanggulangan kebakaran maupun penyelamatan bisa dilakukan secara maksimal.
“Saat ini kita baru punya enam WMK yakni Rangkasbitung, Bayah, Malingping, Cipanas, Cileles dan Leuwidamar. Pemkab terus berupaya mempercepat agar WMK bisa hadir di seluruh kecamatan,” ucapnya.
Secara eksisting, sambung Dartim, Lebak tujuh armada pemadam dengan idealnya, satu armada ditempatkan di satu WMK.
“Tetapi dengan segala keterbatasan yang kita miliki saat ini tidak menyurutkan semangat untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin dalam penanggulangan kebakaran dan penyelamatan,” katanya.(Den)






