WEME-Forum Perangkat Daerah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah menyusun Rencana Kerja (Renja) tahun 2027. Langkah tersebut guna menyelaraskan program dan kegiatan dengan visi dan misi pemerintah daerah.
Kepala Disbudpar Lebak, Yosep M. Holis mengatakan, Forum Renja bertujuan untuk menyusun dokumen perencanaan tahunan yang mensinkronkan program, kegiatan, dan sub-kegiatan di bidang kebudayaan dan pariwisata dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Forum ini meningkatkan sinergi antar instansi dan stakeholder sekaligus juga mengidentifikasi prioritas pembangunan pada bidan kebudayaan dan pariwisata,” kata Yosep, Kamis (5/3/2026).
Yosep menjelaskan, Forum Renja juga merupakan bagian dari upaya pemerintah
daerah untuk meningkatkan kualitasbperencanaan dan memastikan bahwa program-program pembangunan pariwisata dan kebudayaan yang disusun dapat diimplementasikan dengan efektif.
“Dengan perencanaan yang baik, kita dapat mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik demi mewujudkan Lebak Ruhay (Rukun, Unggul, Hegar, Aman dan Yakin,” kata Yosep.
Dia menyampaikan, dalam rancangan awal Renja Disbudpar Lebak tahun 2027, terdapat 10 program prioritas yang akan diperkuat. Sepuluh program tersebut adalah, program pengembangan kebudayaan, program pengembangan kesenian tradisional, program pembinaan sejarah, program pelestarian dan pengeloaan cagar budaya, program pengelolaan permuseuman, program
peningkatan daya tarik destinasi pariwisata, program pemasaran pariwisata, program pengembangan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan dan pelindungan hak kekayaan intelektual, program pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif, dan program penunjang urusan pemerintahan daerah.
“Terdapat 10 program, 16 kegiatan dan 46 sub kegiatan. Ada 56 usulan masyarakat yang merupakan hasil Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) kecamatan yang terdiri dari 25 usulan bidang kebudayaan, 26 usulan bidang destinasi, 2 usulan bidang pemasaran dan 3 usulan bidang SDP dan Ekraf,” ujar Yosep.
Yosep memaparkan, pada Renja 2027 terdapat enam isu strategis kebudayaan dan pariwisata. Pertama, penguatan regulasi untuk pengembangan pembangunan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif; kedua, penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan kebudayaan, kepariwisataan dan ekonomi kreatif; ketiga, penataan sarana dan prasarana destinasi wisata serta tempat/ruang kreatifitas para pelaku kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif; keempat, akselerasi pembangunan Geopark Bayah Dome sebagai lokus kebudayaan, pariwisata dan Ekraf; kelima, peningkatan promosi pariwisata yang terintegrasi untuk memberikan nilai tambah ekonomi; dan keenam, kemudahan berinvetasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Lebih lanjut ia menerangkan, Kabupaten Lebak memiliki 245 objek daya tarik wisata terdiri dari 164 wisata alam, 25 wisata budaya, 15 wisata religi dan 41 wisata buatan.
“Ada empat destinasi yang menjadi empat prioritas pembangunan pariwisata, yakni Pantai Sawarna, Saba Budaya Baduy, Agrowisata dan Citorek,” katanya.(Def)







