WEME-Berkemah di alam terbuka yang jauh dari keramaian kota menjadi aktivitas rekreasi untuk melepas penat dan kejenuhan dari rutinitas harian. Apalagi jika kegiatan tersebut dibarengi sambil menjelajahi suku Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Tidak hanya melihat bagaimana kehidupan masyarakatnya, lewat Summer Camp Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, peserta juga akan diajak melihat langsung bagaimana persiapan warga Baduy melaksanakan tradisi tahunan Seba.
Ya, Summer Camp Budaya memang dilaksanakan satu hari menjelang pelaksanaan Seba Baduy- di mana ribuan warga yang tinggal di Pegunungan Kendeng tersebut turun gunung untuk menemui Bupati Lebak dilanjut ke Gubernur Banten sambil membawa hasil bumi.
“Summer Camp Budaya adalah satu kegiatan yang kami selenggarakan dalam memeriahkan Seba Baduy. Pelaksanaannya di Kampung Landeuh, Desa Bojongmenteng,” kata Kepala Disbudpar Lebak, Yosep M. Holis.
Pada tahun ini, Summer Camp Budaya Baduy akan berlangsung dua hari yakni tanggal 23-24 April 2026. Dari Pendopo Alun-Alun Rangkasbitung, peserta akan langsung berjelah ke lingkungan permukiman warga Baduy sambil melihat apa saja yang disiapkan warga Baduy untuk dibawa dalam ritual Seba.
“Peserta melihat bagaimana kultur masyarakat Baduy. Termasuk mungkin jika selama ini hanya melihat pelaksanaan Seba, di sana kita bisa tahu bagaimana persiapannya. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang berkesan karena tidak hanya mendengar cerita saja, tetapi datang dan merasakan langsung,” jelas Yosep.

Selain hiking berjelajah alam, Summer Camp Budaya Baduy juga diisi dengan pentas seni dan budaya serta talkshow sejarah tentang Baduy.
Penanggung jawab kegiatan, Feri, mengatakan, Summer Camp Budaya Baduy tidak hanya diikuti oleh peserta yang berasal dari Kabupaten Lebak. Tidak sedikit peserta dari berbagai daerah yang mendaftar bahkan warga negara asing.
“Tahun lalu ada yang dari warga asing ikut dalam kegiatan ini. Pada tahun ini data yang sudah tercatat ada sekitar 40 peserta, tetapi biasanya akan bertambah saat hari pelaksanaan,” ucap Feri.
Feri menuturkan, peserta yang ikut sudah mendapatkan tenda camping berkapasitas 3-4 orang, transportasi pulang-pergi, coffe break, tiket masuk, dan doorprize.(Def)








