WEME-Kawasan wisata Pantai Anyer diharapkan kembali menjadi pilihan utama wisatawan domestik yang akan mengisi waktu berlibur di Provinsi Banten. Hal itu dikatakan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri puncak Exciting Banten Festival 2026 di Pantai Cibeureum I, Anyer, Kabupaten Serang, Minggu, 28 Juni 2026.
“Dalam memori saya, Anyer ini dulu menjadi top of mind warga sekitar Jakarta untuk berlibur. Tapi hari ini harus kita akui, kita harus berbenah agar Anyer kembali menjadi top of mind tujuan wisata warga Banten, khususnya Jakarta dan aglomerasinya,” kata Andra.
Ia menilai, Banten merupakan provinsi yang memiliki potensi wisata yang besar dengan garis pantai panjang serta kekayaan alam, sehingga menjadi keunggulan daerah. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang menyenangkan.
“Kita dianugerahi alam yang indah di ujung barat Pulau Jawa. Kita memiliki bibir pantai yang sangat panjang dengan dua karakter laut yang berbeda. Kita tidak perlu terbang jauh-jauh untuk menikmati wisata pantai, wisata air, maupun olahraga air,” tuturnya.
Maka itu, Andra mengingatkan kepada pelaku pariwisata, pengelola hotel, Balawista, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan keramahan kepada wisatawan. Ia juga mendorong penerapan standar pelayanan di seluruh destinasi wisata sebagai bagian dari peningkatan kualitas pariwisata.
“Hospitality harus menjadi sesuatu yang kita lakukan. Kita harus memiliki standar pelayanan, standar tempatnya, dan standar keamanannya sehingga pengalaman orang berwisata ke wilayah kita menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Serang,” ujarnya.
Andra juga meminta agar dilakukan pengawasan pada setiap musim liburan melalui koordinasi antara pemerintah kabupaten/kota, Satpol PP, Dishub serta instansi terkait agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.
“Setiap hari libur dan musim wisata dilakukan kontrol serta patroli bersama pemerintah kabupaten/kota, Satpol PP, Dishub dan instansi terkait agar wisatawan merasa lebih nyaman dan lebih aman selama berkunjung ke Banten,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan, pengembangan pariwisata Banten perlu diintegrasikan dengan pengembangan desa wisata agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kementerian akan memberikan afirmasi kepada desa-desa yang berada di sekitar kawasan wisata di Indonesia seperti Anyer, Cinangka, Padarincang hingga Pandeglang.
“Wisatawan nantinya bukan hanya menikmati pantai, tetapi juga wisata kuliner, wisata budaya, dan keindahan desa. Kalau konsep ini berjalan, gerakan Ayo ke Banten atau Ayo ke Desa akan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.(Def)







