WEME-Jabatan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Lebak, Banten, periode 2026–2030, diemban oleh Muammar Adi Prasetya.
Usai mengantongi surat keputusan (SK), tokoh muda ini diminta segera membentuk jajaran kepengurusan.
“Saya ditugaskan membentuk kepengurusan selama 14 hari kemudian diproses ke PSSI Banten untuk diterbitkan SK Kepengurusan,” kata Muammar, Kamis, 2 Juli 2026.
Muammar mengatakan, menghidupkan kembali kompetisi sebak bola secara rutin dan berjenjang akan jadi fokus kepengurusannya. Ajang tersebut diharpkan dapat mengembangkan kemampuan pemain-pemain muda yang ada di Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Ketika dalam satu tahun kalender ada ruang waktu, kita akan tambahkan agenda khusus PSSI. Jangan sampai siswa-siswi SSB hanya latihan, tetapi tidak memiliki kompetisi. Kompetisi harus rutin dan berjenjang,” jelas anak muda yang juga anggota DPRD Lebak dari Partai Golkar.
Ia menerangkan, PSSI punya tugas menyatukan seluruh SSB di Kabupaten Lebak sebagai bagian dari pembinaan untuk melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat.
Muammar bilang, dalam waktu dekat pihaknya akan mendata jumlah SSB yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, termasuk menginventarisasi legalitas masing-masing SSB.
“Kita ingin memastikan dari 28 kecamatan ada berapa SSB. Setelah itu kita inventarisasi lagi mana yang sudah memiliki akta notaris dan mana yang belum,” ujarnya.
Namun tidak hanya pembinaan pemain, PSSI Lebak juga berencana menggelar pelatihan bagi wasit agar dapat memperoleh lisensi resmi.
Ia berharap pada periode kepengurusannya, PSSI Lebak dapat menjadi wadah yang mampu menyatukan seluruh SSB dalam membangun pembinaan sepak bola yang lebih baik dan berprestasi.(Den)








