Jakarta – Selama masa angkutan Lebaran 2025, yakni mulai tanggal 21 Maret sampai 1 April, KAI Commuter mencatat pengguna KRL Commuter Line di seluruh wilayah operasional sebanyak 11.392.954 orang.
Pada masa angkutan Lebaran, pengguna Commuter Line Jabodetabek tercatat paling banyak yakni 9.784.721 orang, kemudian Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) 74.553 orang, Commuter Line Merak 134.671 orang.
Sementara untuk Commuter Line di Wilayah 2 Bandung sebanyak 643.896 orang, Commuter Line di Wilayah 6 Yogyakarta 262.744 orang, dan Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya 492.369 orang.
“Pada masa angkutan Lebaran, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.291 perjalanan Commuter Line di seluruh wilayah,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 April 2025.
Untuk di Wilayah Jabodetabek, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.063 perjalanan, dengan waktu operasional mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB setiap harinya. Persebaran pengguna Commuter Line Jabodetabek pada hari libur tersebar mulai pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Pada layanan perjalanan Commuter Line Merak, KAI Commuter mengoperasikan 14 perjalanan mulai pukul 05.00 – 21.30 WIB setiap harinya. Sedangkan untuk operasional Commuter Line Basoetta mengoperasikan sebanyak 64 perjalanan mulai 05.00 – 22.45 WIB tiap harinya.
Joni mengatakan, pada hari ketiga Lebaran, masih banyak masyarakat yang bermobilisasi untuk silaturahmi kesanak saudara atau berwisata untuk mengisi waktu libur.
“Pengguna Commuter Line terpantau cukup ramai yang didominasi oleh pengguna musiman dengan membawa keluarga. Line di beberapa stasiun tujuan di sekitar kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan hiburan terpantau ramai lancar dan kondusif,” tutur Joni.
Sementara itu, pantauan pergerakan pengguna di stasiun-stasiun tujuan yang berada di sekitar pusat perbelanjaan dan pusat bisnis seperti Stasiun Tanah Abang terpantau ramai lancar.
“Sebanyak 7.573 orang turun di stasiun tersebut. Di Stasiun Sudirman dan Stasiun Tebet masing-masing diangka 7.590 orang dan 6.425 orang.
“Demi keselamatan bersama selalu berdiri di belakang garis aman peron dan selalu memperhatikan celah antara peron dengan kereta,” pesan Joni.(Def)








