Kabupaten Lebak – Menghadapi libur Natal dan tahun baru, persiapan-persiapan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, sebagai langkah strategis untuk menciptakan pariwisata yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Saat masa liburan, beberapa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Lebak,
terutama wisata pantai menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan baik dari dalam Lebak maupun luar daerah yang ingin menikmati destinasi wisata bersama keluarga dan teman-teman.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis mengatakan, demi menjaga kualitas layanan pariwisata, pemerintah daerah mengingatkan kepada seluruh pelaku industri wisata di Lebak harus mampu mengimplementasikan tagline Kementerian Pariwisata, yakni Pariwisata Aman, Nyaman dan Menyenangkan.
Ia menyampaikan, Pemkab Lebak telah melakukan mitigasi dini guna mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem, khususnya di wilayah selatan Lebak yang rawan banjir dan longsor.
“Akses menuju kawasan Baduy dan wilayah selatan kini dalam pengawasan
penuh. Dinas PUPR juga menyiapkan alat berat di sejumlah titik rawan agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat,” kata Yosep, Rabu, 17 Desember 2025.
Kata dia, pemerintah daerah juga sudah melakukan pertemuan dengan pelaku wisata guna menetapkan standar harga. Hal tersebut merupakan upaya mencegah praktik pungutan liar dan ketok harga kepada pengunjung.
“Kami ingin wisatawan mendapatkan kesan positif dan merasa nyaman. Jangan
sampai ada harga yang menjerat. Ini sudah kami tindak lanjuti melalui surat imbauan Bupati Lebak,” jelasnya.
Terkait aspek keselamatan, terutama pada objek wisata air, Pemkab Lebak memberikan perhatian serius. Koordinasi dengan Balawista terus diperkuat, dengan membekali perahu dan perlengkapan penyelamatan jika terjadi kecelakaan laut.
Menurutnya, perahu patroli dan peralatan evakuasi merupakan upaya serta dukungan dari Pemkab Lebak kepada personel Balawista agar menjalankan tugas secara optimal.
“Terutama pada saat libur akhir tahun, wisata pantai di Lebak menjadi destinasi favorit wisatawan dari wilayah Lebak maupun luar daerah,” ujarnya.
Kendati begitu, Yosep mengimbau kepada para pengunjung objek wisata pantai untuk selalui berhati-hati dan mengikuti setiap imbauan petugas.
“Tetap berhati-hati, terutama mematuhi imbauan petugas agar selama berlibur menikmati wisata tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.
Sementara itu juga, untuk mendukung pengamanan selama libur Nataru, sejumlah posko terpadu akan disiagakan dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan, PMI, hingga Balawista.
Berikut sepuluh destinasi wisata unggulan di Lebak: Baduy, Pantai Sawarna, Kolam Renang Eco Club Citra Maja, Makam Sagati, Waduk Karian, Pantai Bagedur, Museum Multatuli, serta Goa Lalay.
Berdasarkan data Disbudpar Lebak, jumlah kunjungan wisatawan sejak Januari hingga awal Desember telah mencapai sekitar 800 ribu orang dari target tahunan 1.190.000 pengunjung. Kunjungan selama libur Nataru diprediksi sedikit menurun seiring prakiraan cuaca buruk pada periode 28 Desember hingga 10 Januari 2026, sehingga wisata non-alam diperkirakan menjadi alternatif pilihan wisatawan.(And)








